[size=100][b][justify]Batik Jonegoroan merupakan batik khas daerah Bojonegoro yang mengangkat potensi dan kearifan lokal melalui motif-motif yang unik. Setiap motif pada batik Jonegoroan tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan makna dan cerita tentang kehidupan, alam, serta budaya Bojonegoro. Beberapa motif Batik Jonegoroan antara lain: Rancak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar Jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Munggal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Gatra Rinonce, Pelem-pelem Sumilar, Woh Roning Pisang, dan Surya Salak Kartika. [/justify][/b][/size][br]
[size=150]Dari sekian banyak motif batik Jonegoroan, dalam pembelajaran kali ini kita akan lebih fokus pada Motif Parang Dahono Munggal.[/size]Motif Parang Dahana Munggal merupakan salah satu motif batik yang memiliki pola susunan garis miring berulang, teratur, dan saling berkaitan. Parang (bahasa jaawa) miring. Dahana (bahasa jawa) api. Mungal (bahasa jawa) menyala/berkobar, sehingga [br]bermakna bentuk miring dari api yang menyala/berkobar sepanjang waktu. Simbul masyarakat Bojonegoro yang dinamis, semangat dan mampu memberikan cahaya bagi masyarakat disekitarnya.
[b][size=100][justify]Kalian pernah dengar yang namanya batik cap? Nah, di video pendek ini, kita bakal lihat proses pembuatan batik cap—yaitu batik yang dicetak pakai alat khusus, bukan digambar manual kayak batik tulis. [br][br]Tapi coba deh perhatikan baik-baik… Apakah motifnya berubah bentuk atau cuma berpindah tempat aja, ya? [br][br]Kira-kira, kenapa motif batiknya bisa muncul lagi dan lagi dengan posisi yang berbeda tapi tetap sama bentuknya? Apakah itu karena dicetak sembarangan, atau ada pola tertentu? [/justify][/size][/b]
Sumber: https://youtube.com/shorts/Cmoix8DfS_I?si=7bRkrqke2WfDyXOV
[size=150][size=200][b][justify][size=100]Geser slider translasi (a, b) ke salah satu daerah (R atau S) dan amati perubahan posisi motif batik[/size][br][/justify][/b][/size][/size]
[size=150][size=200][b][justify][size=100]Catat koordinat titik awal dan koordinat titik bayangan untuk titik A, B, C, D isilah tabel berikut![/size][/justify][/b][/size][/size]
[size=150][size=200][b][justify][size=100]Tabel daerah R[/size][/justify][/b][/size][/size]
[size=150][size=200][b][justify][size=100]Tabel daerah S[/size][/justify][/b][/size][/size]
[size=100][b]Coba tentukan sendiri selisih antara titik bayangan dan titik awal (tanpa menggunakan alat bantu silder).[br]Masukkan hasilnya pada tabel berikut![/b][/size]
[b][size=150]Apakah (selisih x, selisih y) sama dengan faktor translasi (a,b)?[/size][/b]
[b][size=150]Menurutmu, apa makna dari selisih ini? Apakah ini menunjukkan arah dan besar perubahan posisi?[/size][/b]
[b][size=100]Coba tentulkan sendiri koordinat bayangan dengan cara menambahkan faktor translasi ke titik awal (tanpa menggunakan slider). Masukkan hasilnya pada tabel berikut![/size][/b]
[size=150][b]Apakah hasil perhitunganmu sudah sesuai dengan hasil koordinat titik bayangan yang telah kalian eksplor pada aktivitas 2?[/b][/size]
[size=150][b]Tuliskan rumus umum translasi berdasarkan hasil ekplorasi yang telah kamu lakukan:[br][br]Jika titik A(x, y) ditranslasikan sejauh (a, b), maka koordinat bayangannya adalah …[br][br]A’ = ( … , … )[/b][/size][br]
Translasi (4, –3) terhadap titik (2, 5) menghasilkan titik bayangan …