[justify][b]Metode Penyelesaian SPLDV[br][/b]Ada beberapa metode untuk menyelesaikan SPLDV sehingga diperoleh nilai himpunan penyelesaiannya yaitu metode grafik, metode eliminasi dengan penyamaan, metode eliminasi dengan substitusi, dan metode eliminasi dengan menjumlahkan atau pengurangkan. Setiap metode mempunyai keunggulan dan kelemahannya. Penjelasannya setiap metode SPLDV adalah sebagai berikut : [br][br][b]1. Metode Grafik[/b] [b][/b][br][b]Metode grafik[/b] adalah menentukan titik potong antara dua persamaan garis sehingga di dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaanlinear dua variabel tersebut. Apabila diperoleh persamaan dua garis[br]tersebut [b]saling sejajar[/b], maka himpunan penyelesaiannya adalah [b]himpunan kosong[/b]. Sedangkan jika [b]garisnya saling berhimpit[/b] maka [b]jumlah himpunan penyelesaiannya tak berhingga[/b]. Langkah-langkah penyelesaian menggunakan metode grafik adalah sebagai berikut : [/justify][list=1][*]Gambarkan grafik garis ax + by = p dan cx + dy = q pada sebuah sistem koordinat Cartesius. Pada langkah ini, kita harus menentukan titik potong sumbu X dan titik potong sumbu Y nya yaitu titik potong sumbu X saat y = 0 dan titik potong sumbu Y saat x = 0. Lalu kemudian hubungan kedua titik potong tersebut sehingga diperoleh garis persamaan.[/*] [*]Tentukan koordinat titik potong kedua garis ax + by = p dan cx + dy = q (jika ada).[/*][br][*]Tuliskan himpunan penyelesainnya.[/*][/list][br]Keunggulan dari metode grafik adalah kita dapat menentukan himpunan penyelesaiannya secara visual. Artinya [b]hasilnya dapat diketahui secara langsung sekali lihat[/b]. Kelemahan dari metode grafik adalah [b]tidak efektif untuk menyelesaikan soal untuk aplikasi SPLDV[/b], tidak baik apabila angka yang ada pada persamaan linear dua variabel [b]berbentuk desimal[/b] karena [b]kelihatan[br]tidak presisi[/b] pada media grafiknya.