[justify][b]Gambar 2.[/b] Bangun Ruang Sisi Datar pada Rumah Joglo[br][br][size=150]Salah satu keterkaitan topik bangun ruang sisi datar dengan budaya Indonesia dapat dilihat pada rumah adat pada gambar di atas, yaitu Rumah Joglo (Jawa). Melalui representasi visual terhadap gambar Rumah Joglo, peserta didik dapat mengidentifikasi bahwa bentuk atap dan bangunannya secara geometris merupakan gabungan beberapa bangun ruang sisi datar, seperti balok, prisma, dan limas.[br][br][/size][size=150]Gambar Rumah Joglo dimanfaatkan sebagai representasi visual yang mengarahkan peserta didik untuk mengenali bentuk bangun ruang, representasi verbal untuk menjelaskan karakteristik geometris setiap bagian bangunan, serta representasi simbolik untuk mengaitkan bentuk-bentuk tersebut dengan rumus luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar.[br][/size][br][size=150]Pertanyaan yang muncul adalah mengapa bentuk-bentuk geometris tersebut digunakan oleh masyarakat setempat? Melalui representasi verbal, peserta didik diajak menjelaskan bahwa pemilihan bentuk bangunan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berkaitan dengan fungsi teknis, seperti kekuatan bangunan, kestabilan struktur, dan kemampuan menahan beban, serta fungsi filosofis yang mencerminkan nilai budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Dengan demikian, bentuk geometris pada Rumah Joglo memberikan keuntungan baik secara struktural maupun kultural.[br][br][/size][size=150]Pada jenjang sekolah dasar, peserta didik telah mempelajari keliling dan luas bangun datar. Pada bab ini, peserta didik akan mempelajari konsep bangun ruang sisi datar, meliputi jaring-jaring bangun ruang, luas permukaan, dan volume. Melalui pengamatan gambar Rumah Joglo dan pemodelan bangun ruang secara matematis, peserta didik terlebih dahulu mengenal jenis-jenis bangun ruang sisi datar beserta jaring-jaringnya sebagai dasar untuk memahami konsep luas permukaan dan volume secara lebih mendalam.[br][/size][br][/justify][center][/center]