POS 1

MATERI SPLDV
[justify][b]PEMAHAMAN[br][/b]Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) adalah metode untuk menemukan pasangan nilai dua variabel yang memenuhi dua persamaan linear secara bersamaan. SPLDV dapat diselesaikan menggunakan berbagai metode, seperti grafik, substitusi, eliminasi, atau kombinasi keduanya, yang masing-masing membantu menemukan titik perpotongan dua garis sebagai solusi. Pemahaman SPLDV penting karena aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyelesaikan masalah keuangan, perencanaan, atau distribusi, serta melatih keterampilan berpikir logis dan analitis dalam memecahkan masalah.[/justify][b][br]MATERI[/b][br][justify]Sistem persamaan linear dua variabel terdiri atas dua persamaan linear yang masing-masing bervariabel dua (misal x dan y). Dengan demikian, bentuk umum dari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dapat kita tuliskan sebagai berikut.[/justify][table][tr][td]ax + by = c[/td][td] atau [/td][td]px + qy = r[/td][/tr][tr][td]dll.[/td][td][br][/td][/tr][/table][justify]Suatu persamaan dikatakan sistem persamaan linear dua variabel apabila memiliki karakteristik yaitu :[br][/justify][list=1][*]Menggunakan relasi tanda sama dengan (=)[/*][*]Memiliki dua variabel[/*][*]Kedua variabel tersebut memiliki derajat satu atau berpangkat satu[/*][/list][justify][br]Untuk menyelesaikan cara menghitung spldv (sistem persamaan linier dua variabel) maka dapat diselesaikan dengan 4 metode berikut ini :[br][b]Metode Substitusi[/b][br]Cara menyelesaikan SPLDV dengan mengganti salah satu peubah atau variabelnya.[br][b]Metode Eliminasi [/b][br]Cara untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel dengan cara mengeliminasi atau menghilangkan salah satu variabel dengan menyamakan koefisien dari persamaan tersebut.[br][b]Metode Gabungan (Subsitusi dan Eliminasi)[/b][br]Cara atau metode untuk menyelesaikan suatu persamaan linier dengan mengunakan dua metode yaitu metode eliminasi dan substitusi secara bersamaan.[br][b]Metode Grafik[/b][br]Metode sistem persamaan linear dua variabel yang ke-empat ini adalah metode grafik.[br][br][b]LATIHAN SOAL[br][/b]1. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut ini x + 3y = 15 dan 3x + 6y  = 30[br]2. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 5y = 16 dan 4x + y = 10[/justify]

POS 2

[justify][b]Metode Penyelesaian SPLDV[br][/b]Ada beberapa metode untuk menyelesaikan SPLDV sehingga diperoleh nilai himpunan penyelesaiannya yaitu metode grafik, metode eliminasi dengan penyamaan, metode eliminasi dengan substitusi, dan metode eliminasi dengan menjumlahkan atau pengurangkan. Setiap metode mempunyai keunggulan dan kelemahannya. Penjelasannya setiap metode SPLDV adalah sebagai berikut : [br][br][b]1. Metode Grafik[/b] [b][/b][br][b]Metode grafik[/b] adalah menentukan titik potong antara dua persamaan garis sehingga di dapatkan himpunan penyelesaian dari persamaanlinear dua variabel tersebut. Apabila diperoleh persamaan dua garis[br]tersebut [b]saling sejajar[/b], maka himpunan penyelesaiannya adalah [b]himpunan kosong[/b]. Sedangkan jika [b]garisnya saling berhimpit[/b] maka [b]jumlah himpunan penyelesaiannya tak berhingga[/b]. Langkah-langkah penyelesaian menggunakan metode grafik adalah sebagai berikut :  [/justify][list=1][*]Gambarkan grafik garis ax + by = p dan cx + dy = q pada sebuah sistem koordinat Cartesius. Pada langkah ini, kita harus menentukan titik potong sumbu X dan titik potong sumbu Y nya yaitu titik potong sumbu X saat y = 0 dan titik potong sumbu Y saat x = 0. Lalu kemudian hubungan kedua titik potong tersebut sehingga diperoleh garis persamaan.[/*] [*]Tentukan koordinat titik potong kedua garis ax + by = p dan cx + dy = q (jika ada).[/*][br][*]Tuliskan himpunan penyelesainnya.[/*][/list][br]Keunggulan dari metode grafik adalah kita dapat menentukan himpunan penyelesaiannya secara visual. Artinya [b]hasilnya dapat diketahui secara langsung sekali lihat[/b]. Kelemahan dari metode grafik adalah [b]tidak efektif untuk menyelesaikan soal untuk aplikasi SPLDV[/b], tidak baik apabila angka yang ada pada persamaan linear dua variabel [b]berbentuk desimal[/b] karena [b]kelihatan[br]tidak presisi[/b] pada media grafiknya. 
Simulasi 1
Simulasi 2

POS 3 A

[b]MEMAHAMI SPLDV YANG TIDAK MEMILIKI JAWABAN TUNGGAL[br][/b]1. KASUS 1: Garis sejajar (tidak ada penyelesaian)[br]Contoh:[br]y = 2x+1[br]y = 2x - 3[br]Uji: Kemiringan sama (m1=m2=2) tetapi konstanta beda (c1[math]\ne[/math]c2)[br]Solusi: HIMPUNAN KOSONG[br][br]2. KASUS 2: Garis berhimpit (penyelesaian tak terhingga)[br]Contoh:[br]2x+y = 6[br]4x+2y = 12[br]Uji: Kemiringan sama dan konstanta sama (c1=c2=6)[br]Solusi: SEMUA TITIK PADA GARIS[br][br][b]KESIMPULAN LOGIKA GARIS[br][/b]1. Garis berpotongan = berpotongan tunggal (satu titik)[br]2. Garis sejajar = tidak ada solusi[br]3. Garis berhimpit = solusi tak terhingga[br][br][b]LOGIKA : KEMIRINGAN (SLOPE) DAN KONSTANTA (Y-INTERCEPT) MENENTUKAN HASIL[/b]
1. Apa yang dimaksud dengan garis sejajar?[br]2. bagaimana keadaan gradien ketika terjad perpotongan garis

POS 4 A

[color=#ff0000][b]Tujuan Pembelajaran:[br][/b][/color][br]1. Siswa dapat membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel[br]2. Siswa dapat Menyelesaikan model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
[color=#ff0000][b][size=150]PENYELESAIAN SOAL CERITA SPLDV[/size][/b][/color]
[b][u][color=#0000ff]Petunjuk Penggunaan:[/color][/u][/b][br][br]Siswa menginput soal yang telah diberikan.[br][br][color=#0000ff]Langkah 1:[/color][br]Siswa dapat menginput nilai koefisien variabel x dan y serta konstanta pada kotak yang telah disediakan untuk membuat persamaan matematika  dari soal cerita yang telah ditentukan. Setelah itu, siswa dapat menekan tombol “Cek” untuk melihat apakah persamaan yang di input sudah benar. [br][br][color=#0000ff]Langkah 2: [/color][br]Siswa menentukan titik potong sumbu untuk masing-masing persamaan. [br][br]Persamaan Garis: [math]ax+by=c[/math][br]Titik potong untuk sumbu [math]y[/math] berarti [math]x=0[/math], sehingga [math]y=\frac{c}{b}[/math]. [br]Titik potong untuk sumbu [math]x[/math] berarti [math]y=0[/math], sehingga [math]x=\frac{c}{a}[/math].[br][br]setelah siswa menentukan titik potong pada masing-masing sumbu, maka akan muncul tulisan benar jika angka yang diinput benar, begitupun sebaliknya. maka siswa harus menentukan titik potong yang benar dan sesuai dengan rumus yang diberikan diatas. [br][br][color=#0000ff]Langkah 3: [/color][br]Geser titik A, B, C, D pada koordinat cartesius sesuai titik yang telah diperoleh dari perhitungan sebelumnya. Siswa dapat memperkecil atau memperbesar bidang koordinat cartesius untuk mempermudah menentukan titik. Jika lokasi titik sudah [br]sesuai dengan titik yang diperoleh sebelumnya, maka akan muncul informasi misalnya "Titik A Benar". Setelah titik A, B, C, D [br]benar, lanjutkan ke langkah berikutnya.[br][br][color=#0000ff]Langkah 4:[/color][br]Tekan tombol grafik persamaan 1 dan 2 untuk menampilkan grafik masing-masing persamaan pada bidang koordinat.[br][br][color=#0000ff]Langkah 5:[/color][br]Tekan tombol HP untuk menampilkan solusi. kemudian siswa dapat menyimpulkan jawaban dari soal yang diberikan.[br][br]Tekan tombol reset untuk mengatur ulang

Information